Hi sobat .. Kemarin kita telah membahas tentang Pemupukan Lewat Daun dan Perlakuan Pemangkasan Tanaman. Ini masih dalam rangkaian pembahasan Dasar Agronomi di Alwanku.com.

Penyambungan Tanaman

Pembiakan tanaman tidak selamanya berupa pembiakan generatif, akan tetapi dapat berupa pembiakan buatan atau aseksual yang pada tanaman sering disebut sebagai pembeiakan vegetatif. Keberhasilan dalam pembiakan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya cara yang digunakan,jenis tanaman, waktu, ketrampilan dan sebagainya.

Salah  satu cara perbanyakan secara vegetatif adalah menyambung. Prinsip dasar dalam menyambung adalah menyambungkan batang  bawah dengan batang atas dari tanaman lain yang sejenis, sehingga akan diperoleh tanaman baru yang sifatnya lebih unggul. Dalam penyambungan harus diperhatikan tanaman yang akan disambungkan, haus diketahui baang yang baik untuk batang batng bawah dan batang atas. Batang bawah berasal dari tanaman yang mempunyai sifat-sifat perakaran yang baik, anatara lain: tahan terhadap serangan hama dan penyakit, tahan terhadap sifat-sifat tanah serta keadaan air tanah tertentu yang buruk, dan sebagainya. Sedang batang atas diambil dari tanaman yang mempunyai sifat-sifat hasil yang diinginkan.

Penyambungan ada dua macam yaitu ‘Grafting’ dan ‘Budding’. Grafting adalah penyatuan antara batang (sepotong cabang dengan dua atau tiga mata tunas vegetatif) dengan batang yang terpisah atau dengan bagian pangkal akar yang terpisah untuk tumbuh bersama-sama membentuk satu individu baru. Sedangkan budding adalah bentuk grafting yang khas karena hanya satu tunas (budding) digunakan sebagai batang atas dan disisipkan di bawah kulit dari batang bawah. Budding lebih dikenal dengan okulasi atau penempelan.

Dalam acara penyambungan tanaman ini teknik yang digunakan adalah grafting dan budding sedangkan tanaman yang digunakan adalah tanaman kamboja atau adenium. Dengan adanya acara ini diharapakan teori yang sudah didapat pada saat kuliah dapat dipraktikan dan diterapkan. Penyambungan Tanaman

Tujuan Penyambungan Tanaman

Pada praktikum Dasar Agronomi dengan judul “Penyambungan Tanaman” ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyambungan tanaman.

Penyambungan Tanaman

Faktor yang harus dilakukan pada saat penyambungan tanaman diantaranya adalah, cara penyambungan antara batang atas dan bawah harus tepat, penggunaan pisau okulasi harus benar-benar pisau okulasi yang sudah sangata steril agar tidak ada bakteri yang masuk pada saat melakukan pembelahan batang ini bertujuan agar tidak terjadi pembusukan karena bakteri bersifat parasit bagi tanaman, berikut ikatan dan plastik yang menutupi sambungan harus benar-benar baik agar air dan bakteri tidak dapat masuk, dan yang terkahir suhu sekitar tempat penyambungan suhu yang tidak menentu dapat menjadi kegagalan penyambungan

Keberhasilan teknik penyambungan sangat dipengaruhi oleh kompatibilitas antara dua jenis tanaman yang disambung. Pada umunya semakin dekat keakraban antar dua tanaman yang disambung maka kecepatan pertumbuhan batang atas dan presentasi keberhasilan dari penyambungan ditentukan pula oleh kecepatan terjadinya pertautan antara batang atas dan batang bawah. Pertautan ini akan ditentukan oleh proses pembelahan sel pada bagian yang akan bertautan (Hanoto, 2000)

Pada penyambungan (grafting) tanaman adenium mengalami kegagalan penyambungan sehingga tidak tumbuh tunas baru, tidak adanya pertumbuhan  ini kemungkinan di sebabakan beberapa faktor. Diantaranya disebabkan pada penyambungan antara batang bawah dan batang atas kurang sempurna masih ada celah sehingga supplai makanan dari batang bawah tidak bisa tersupplai dengan baik ke batang atas.

Pada saat penyambungan cadangan makanan pada batang atas di pergunakan untuk pertumbuhan, sedangkan suply makanan dari batang bawah tidak bisa diteruskan ke batang atas.

Faktor yang lain karena alat yang di gunakan untuk pemotongan tidak steril. Penggunaan alat yang kurang steril dapat mengakibatkan berkembangnya bakteri yang akan menyebabkan pembusukan pada sambungan batang bawah dan batang atas.

Penyebab yang lain sehingga mengalami kegagagalan penyambungan karena pada saat pengikatan penyambung tidak terlalu rapat dan kuat, tidak rapatnya penyambungan ini mengakibatkan pada saat penyiraman sambungan kemasukan air, sehingga pada sambungan batang atas dan batang bawah terjadi pembusukan. Penyambungan Tanaman

Dan penyebab yang terakhir di sebabkan suhu yang tidak menentu hal ini juga dapat mengakibatkan kegagalan, karena suhu sangat mempengaruhi penyambungan untuk mencegah pembusukan, dan pada saat pengamatan suhu di sekitar rumah kaca lembab.

Kelebihan dari proses penyambungan tanaman adalah sifat perkaran dari tanaman lebih kuat, buah yang di hasilkan sama dengan induk batang bagian atas, proses pembuhan lebih cepat di bandingkan yang lainnya

Kekurangan dari proses penyambungan tanaman pembelahan batang serta perawatan yang susah, tingkat keberhasilan penyambungan sangat kecil, dan yang terakhir mudah terseramg bakteri atau pantogen.

Kesimpulan

Dari praktikum acara penyambungan tanaman ini, maka dapat diambil kesimpulan antara lain :

  1. Penyambungan merupakan pembiakan vegetatif secara buatan dengan menggabungkan kedua bagian atau lebih dalam satu tanaman sehingga akan diperoleh sifat kombinasi.
  2. Ciri dari penyambungan tanaman berhasil adalah dari batang atas akan tumbuh tunas dan pada sambungan terdapat kalus.
  3. Pertumbuhan persambungan batang ini dipengaruhi beberapa faktor diantaranya ukuran diameter batang, pengikatan yang kuat dan rapat, batang yang lurus, pembuatan bentuk sambungan yang rapi dan baik,nutrisi yang cukup, strerilisasi alat yang digunakan serta pemeliharaan dari adanya gangguan yang menghambat pertumbuhan tanaman. Penyambungan Tanaman

Terima kasih telah berkunjung dan membaca artikel Penyambungan Tanaman | Dasar Agronomi ini. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman ya ... Semoga bermanfaat.

plusone  twitter  facebook Share